mos-wall4

Hiburlah kita dengan Shalat!

‘Hiburlah kita dengan salat, hai Bilal!” Sabda singkat Nabi Muhammad Saw ini dikatakan ketika     sahabat Bilal — orang pertama dari kalangan budak yang dimerdekakan dan sekaligus masuk Islam — sedang tampak lesu menghadapi penatnya kehidupan. Tiada air pelepas dahaga, atau kesejukan penyegar vitalitas kehidupan, kecuali setelah ia mendapat teguran dari Nabi tadi.

Apalagi, dalam kehidupan era globalisasi yang sarat kesibukan sekarang, banyak orang dilanda  stres. Kita dipacu bekerja keras agar bisa bersaing dengan yang lainnya untuk mencapai puncak karir. Tak jarang seseorang harus melakukan hal-hal yang dilarang agama untuk mencapai keinginannya. Itu pun terkadang masih gagal juga.

Dalam kehidupan, kita menghadapi banyak macam tekanan. Misalnya, tekanan untuk maju, meski kemudian gagal sehingga harus menghadapi tekanan lainnya lagi. Kita begitu sibuk mencari jalan menuju sukses. Dan karena kesibukan itu, terkadang kita sampai menyatakan uzur salat. Bahkan, ada dari kita yang menganggap salat mengganggu atau menghambat produktivitas kerja.

Tapi sebaliknya, bila merasa perlu beristirahat, kita mencari hiburan dengan mengeluarkan biaya banyak dan membuang waktu yang berharga. Antara lain menonton film, pergi ke diskotik, atau sekedar pelesir di tepi pantai. Semua bentuk hiburan itu diupayakan sebagai obat penghilang kepenatan.

Mungkinkah kita mendapat keinginan itu? Wallahu ‘alam. Namun, sejumlah data penelitian psikologis menunjukkan potensi orang stres semakin meningkat sejalan dengan banyaknya tempat hiburan. Model-model hiburan yang disuguhkan sekarang dinilai hanya mampu menghilangkan rasa stres sejenak. Begitu kita keluar dari tempat hiburan, dan kembali bekerja seperti biasa, stres pun datang kembali.

Dalam konteks inilah ajakan Nabi kepada sahabat Bilal yang tersebut di atas menemukan maknanya. Allah dalam Alquran berfirman, ”Tidak akan tenang seseorang tanpa melakukan zikir pada Allah.” Para ulama menafsirkan sabda Nabi di atas dengan, Sa’atan wa sa’atan (”sesaat dan sesaat”).

Maksudnya, sebagai seorang muslim, manakala datang segala kepenatan, kegelisahan dan keresahan usai mencari rezeki seharian, kita wajib mencari tempat hiburan. Namun, tempat hiburan yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya adalah berzikir kepada Allah, membaca Alquran dan melaksanakan segala yang disunnatkan-Nya. Selamat berakhir pekan.

—————————————————————————————————————

KUALITAS UCAPAN VS KUALITAS NASI*

Kamu tau sama kualitas nasi yang udah kamu makan?  Coba deh lakukan experiment kecil n sederhana ini. Kamu pasti tercengang sama hasilnya! Alnya aku juga sama,,😀

LANDASAN PERCOBAAN

  • Ucapan teman

Katanya tumbuh-tumbuhan yang dirawat dengan kasih sayang, sambil didengarkan musik membuat tumbuhan itu cepat tumbuh dan subur, dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan yang dirawat biasa-biasa saja (hanya disiram dan dipupuki)

  • Buku The True Power of Water

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa air itu ternyata HIDUP dan memiliki perasaan. Dalam buku itu pula dikatakan bahwa tidak hanya air yang memiliki perasaan, tapi juga makanan (mungkin benda-benda lain juga). Dan mereka (Masaru Emoto, dan rekannya) telah membuktikannya dengan berbagai percobaan sebelum mengambil kesimpulan tersebut. Menurut percobaannya, ada dua kata yang dapat menimbulkan mukjizat kepada semua benda (khususnya air), yaitu kata “Cinta” n “Terima Kasih”

ALAT DAN BAHAN

  • Toples transparan
  • Nasi putih (secukupnya)

LANGKAH PERCOBAAN

  1. Sediakan 2 toples transparan (ukurannya bebas, yang penting wadah tertutup dan transparan agar kita bisa melihat reaksi yang terjadi di dalam toples)
  2. Masukkan nasi putih kedalam masing-masing toples (cukup seperempat dari isi toples, dan ga perlu dipadatkan).
  3. Lakukanlah hal dibawah ini setiap pagi dan malam.
  • Ambillah toples pertama, dan katakanlah sesuatu yang buruk-buruk, contohnya : irna jelek, egois, menyebalkan, aku benci sama kamu, irna ga lucu, ga imut ,dll(pkonya yg mustahil-mustahil deh!)hehe..
  • Kemudian ambillah toples kedua, dan katakanlah sesuatu yang baik-baik, contohnya : bismillaahi rahmaani rahiim, kamu baik, terima kasih, dll. Dan lakukanlah sambil tersenyum dan dengan senang hati.
  • Terus simpan dan diamkan aja kedua toples tersebut.

Lakukanlah ke-tiga langkah diatas, setidaknya selama 14 hari. Kamu akan liat keajaiban yg sedang terjadi.. \

Hasil percobaan:

  • 3 hari pertama ngga terlalu banyak perubahan yang bisa dilihat secara kasat mata.
  • Hari ke-4 baru keliatan sedikit perubahan. Nasi di toples ke pertama, mulai berembun, sedangkan nasi di toples kedua ga terlihat perubahan sama sekali.
  • Hari-hari selanjutnya, nasi di toples ke pertama makin banyak ngeluarin embun n mulai menghasilkan jamur di bagian bawah dan atas nasi. Di toples kedua, mulai muncul embun, tapi quantitasnya nggak banyak!
  • Yang paling terlihat mencolok adalah di hari ke-14. Toples pertama dipenuhi dengan jamur, dan warna nasinya berubah jadi kekuning-kuningan sebagian lagi hijau busuk, sedangkan toples kedua cuma sedikit jamur di bagian bawah toples (namun warna nasinya masih putih)
  • Ketika 1 bulan penuh, toples pertama makin lebih buruk, seluruh isi toples sudah dipenuhi dengan jamur, dan nasi sekarang berubah menjadi warna coklat kotor, dan di dasar toples timbul cairan berwarna coklat. Sedangkan di toples kedua hanya dipenuhi sedikit jamur aja.

KESIMPULAN & HIKMAH..

Hmm..Bisa diliat kan, toples kedua lebih tahan lama dan lebih bagus kualitasnya. Sedangkan toples yang pertama keliatan buruk banget kualitasnya..nah, perbedaan itu timbul dari perkataan-perkataan pada masing-masing toples..!

Kalo benar hasil percobaan kamu pun sama kayak hal diatas, coba renungin pertanyaan ni: Bukankah tubuh kita ini terdiri juga dari makanan dan minuman yang selama ini masuk kedalam perut kita? Bagaimana jika nasi berkualitas buruk yang masuk ke tubuh kita? (aku yakin kamu bisa narik kesimpulannya, dari apa yg aku maksud.)

Berarti bener dong ya! Setiap Agama, mengajarkan pemeluknya buat selalu berdoa sebelum dan setelah beraktifitas (diantaranya, makan / minum). Bahkan dalam agama yang aku yakini (Islam), doa memulai n mengakhiri aktifitas itu mengandung sekurang-kurangnya dua makna, yaitu Kasih Sayang = Cinta dan Syukur = Terima Kasih

Kedua kata inilah (CINTA & TERIMA KASIH) yang dalam penelitian The True Power of Water yang dianggap memiliki kekuatan untuk memperbaiki kualitas makanan+minuman yang kita makan dan minum.

Semoga bermanfaat..

5 comments
  1. irna123 said:

    sayang, bambarny ag bisa tampil..ngga tau kenapa?

  2. bhara said:

    jaman edan …. bahkan iblis pun iri melihat tingkah laku manusia sekarang… sebab knp??? iblis dosanya cuma satu yaitu tidak mau bersujud (dalam artian hormat) kepada manusia yang membuat dia kekal didalam neraka tapi manusia dosanya melebihi iblis … yaa contohnya manusia macam amina wadud itu … he he… lah wong ibadah aja pake akal-akalan bukannya pake sunah rosulnya… kalo mau juga saudara wadud bikin agama sendiri … jangan agama islam … dan saya pikir saudara wadud ngga akan mungkin membuat agama baru coz agama itu datang dari Allah … kalo bikin sendiri pusing gimana bikin kitabnya ya ??? wekekek ini membuktikan bahwa saudara wadud emang tidak punya daya upaya selain kekuasaan Allah …. segara lah bertaubat wadud … saya kasian ama kamu …

    : _komentar pada artikel sblumnyah, “liberal ngga punya maLu”_

  3. Farizal said:

    Subhanallah keren…

    mang beneran tuh …. yang judul’y kualitas ucapan vs kualitas nasi!??? kalo beneran an mau coba!!!……
    cz kalo cm canda/apa ke… nanti tuh nasi mubazir!!!
    tapi an penasaran juga!!!…. ^_^ Hehehe….
    eh buku The True Power of Water perasaan an juga pernah liat2 tuh buku!!! g sempat baca sih, cm liat2 doank!!! Cz tuh buku poenya orang… Heheh…. jd cuma ckp buat liat2 isi’y doank, alias g di tela’ah/dibaca.

    ” InsyAllah beneran lha! =P Sebenernya ada gambarnya, an sendiri dah liat gambarnya pas percobaan, n Subhanallah emang keliatan beda buanget! asli,,!Di buku the True Power itu.. intinya, bahwa segala sesuatu pun hidup, punya “perasaan” .Ex yang diatas itu, nasi. Bahkan seperti motor, mobil. mereka juga sama.. coba aja, kalo mereka ngga dirawat, pasti cepet rusak! heheh..😀 ok deh, slamat mencoba!”

  4. Muflih said:

    Afwan, percobaan seperti di atas belum bisa dikategorikan ilmiah. Salah satu sebabnya karena ukhti hanya melakukannya sekali. Yang benar khan minimal tiga kali. Selain itu bisa juga khan intensitas bakteri yang masuk berbeda. 🙂

  5. oon said:

    garamnya mana?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: